Senjaku tak pernah berganti di setiap harinya
Kadang tak terarah dengan seiring datangnya petuah - petuah
Aku yang melihatmu disini seperti debu pasir di tanah durjana lara
Mengikatkatkan simpul - simpul pradugaku sambil terengah - engah dalam pasrah
Dan sebait kata Rindu menutup semua diatas segalanya
Aku terdiam dan tak pernah berputus asa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar